Monaco Memastikan Falcao Tidak Akan Keluar Di Januari

Monaco Memastikan Falcao Tidak Akan Keluar Di Januari

Monaco Memastikan Falcao Tidak Akan Keluar Di Januari

Direktur olahraga Monaco telah menyatakan Radamel Falcao “tidak akan meninggalkan klub pada bulan Januari” meskipun spekulasi terus-menerus menyebutkan bahwa dia akan di jual. Falcao, 27 tahun, merindukan kemenangan Ligue 1 klubnya atas Reims pada hari Sabtu, memicu rumor bahwa Monaco menjual pemain timnas Kolombia itu pada bursa transfer mendatang. Sejumlah media baik di Inggris dan Spanyol telah sangat mengaitkan dirinya untuk pindah ke Chelsea dan Real Madrid, tapi mantan penyerang Porto dan Atletico Madrid, yang menandatangani kontrak lima tahun di Stade Louis II di musim panas, menurut Vadim Vasilyev tidak akan ke mana-mana. “Dia sangat senang di sini,” kata Vasilyev kepada RMC. “Dia merasa benar-benar baik di Monaco. Sebenarnya, kita makan dengan dia, istri dan presiden beberapa hari lalu dan dia mencintai klub. Jadi tidak ada masalah dan ia tidak akan meninggalkan kita pada bulan Januari. Itu pasti.”

Mengenai masalah cedera, ia menambahkan: “Dia punya rasa sakit di pahanya. Tidak ada yang serius, tapi saya pikir itu sudah cukup baginya untuk tidak bermain pada Sabtu malam dan lebih baik untuk berhati-hati, dan itulah apa yang pelatih lakukan. Radamel sangat penting dalam skuad kami. kita butuh dia dan kami ingin dia dalam kondisi yang baik. Tidak ada masalah.”Icon Roma Francesco Totti berada di Stade Louis II untuk melihat Monaco mengalahkan Rennes 2-0 untuk tetap berada di posisi ketiga dalam klasemen Ligue 1, lima poin di bawah pemimpin Paris Saint-Germain. Vasilyev menambahkan mantan pemain internasional Italia 37 tahun itu tidak akan bertemu dengan jajaran Monaco. “Tidak, tidak sama sekali, bahkan jika saya sangat senang melihat dia. Tapi dia tidak ada di sini untuk melakukan pembicaraan apapun. Itu tidak terjadi.” Sementara itu di Manchester, David Moyes telah mengungkapkan bahwa klub nya tidak terburu-buru untuk mengadakan pembicaraan kontrak dengan striker Wayne Rooney.

Rooney mencetak dua gol melawan Tottenham untuk membantu United mengklaim hasil imbang 2-2 di White Hart Lane pada hari Minggu, tapi manajernya mengakui bahwa ia tidak yakin ketika klub akan membicarakan perpanjangan kontrak dengan pemain internasional Inggris, yang kontraknya saat ini tersisa18 bulan. “Kapan kita akan berbicara kepadanya tentang kontrak? Saya tidak tahu,” kata Moyes setelah pertandingan yang berakhir imbang dengan Spurs.
“Saya pikir kita baik-baik saja. Kami hanya pindah dari musim panas. Itu akan dilakukan dalam jalan yang baik. Orang-orang yang tepat akan berbicara ketika waktunya tepat.” Rooney dikaitkan dengan kepindahan ke Chelsea pada musim panas karena ia dikabarkan frustrasi dengan statusnya di Old Trafford. Sementara Moyes mengatakan tidak akan terburu-buru untuk kesepakatan itu, Manchester Evening News melaporkan bahwa Rooney bisa menandatangani kontrak baru saat Natal.

Lima Transfer Januari Terburuk Manchester United

Lima Transfer Januari Terburuk Manchester United

Lima Transfer Januari Terburuk Manchester United

Jendela transfer pada bulan Januari memang menyulitkan klub untuk belanja dengan efisien. Harga-harga pemain biasanya melonjak dan para manajer dianggap panik dalam belanja demi menyelamatkan nasib akhir musim tim mereka. Manchester United tidak selalu ‘kena sial’ dalam jendela transfer bulan Januari, contohnya saja mereka sukses membeli pemain-pemain bagus seperti Nemanja Vidic dan Patrice Evra. Keduanya bertahan di United dan rutin bermain menjaga pertahanan tim Setan Merah tersebut selama hamper tujuh tahun hingga sekarang. Keduanya tiba di Old Trafford pada tahun 2006 di bulan Januari. Contoh lainnya adalah striker berkebangsaan Swedia, Henrik Larsson yang menghabiskan tiga bulan di Old Trafford semasa peminjamannya setelah tanda tangan kontrak di bulan Januari tahun 2007, ia sukses membantu Manchester United meraih gelar pemenang Premier League musim itu.

Wilfried Zaha adalah pemain terakhir yang dibeli oleh Alex Ferguson di bulan Januari pada tahun 2012. Awalnya karirnya di United memang sedikit terseok-seok namun sekarang ia sukses dipanggil oleh Inggris. Namun, di balik cerita sukses jendela transfer United di bulan Januari, klub setan merah ini juga sudah mengalami banyak ‘bencana’ jendela transfer sejak transfer bulan januari pertama kali dibuka di Inggris pada musim 2002/2003. Berikut pemain transfer-transfer di bulan Januari terburuk yang pernah Manchester United alami:

Dong Fangzhuo

United membayar £500,000 kepada Dalian shide untuk striker berkebangsaan China, Dong Fangzhuo pada Januari 2004. Bayarannya bisa bertambah menjadi £3.5m jika Dong sukses di Old Trafford, namun sayangnya ia tidak sukses. Dia hanya bermain satu kali dalam Premier League dalam empat tahun sebelum kembali ke Dalian Shide di tahun 2008.

Manucho

Striker dari Angola ini tiba di Old Trafford pada tahun 2008 di bulan Januari setelah diadakan trial oleh mantan asisten Manchaster United, carlos Queiroz. Setelah dipinjamkan ke Panathinaikos di Yunani, Manucho kembali ke Old Trafford dan bermain satu kali untuk Manchester United dalam Premier League sebagai sub saat melawan Stoke. Namun, ia tidak pernah berhasil menembus first team, dan setelah dipinjamkan kembali ke Hull, ia pindah ke Real Valladolid di tahun 2009.

Zoran Tosic

Winger asal Serbia pindah ke Manchester United pada bulan Januari tahun 2009 dalam kontrak yang juga melibatkan Adam Ljajic. Tosic bermain dua kali dalam Premier League selama 18 bulan dia berada di Old Trafford.

Ritchie De Laet

Full-back berkebangsaan Belgia ini menandatangani kontrak tiga tahun bersama United dari Stoke pada bulan Januari tahun 2009. Ritchie hanya bermain tiga kali untuk United pada Premier League. Pada tahun 2012, dia meninggalkan United dan bergabung dengan Leicester dengan kontrak tiga tahun dengan tim Championship tersebut.

Frederic Veseli

Defender kelahiran Swiss ini menimbulkan transfer yang mengejutkan ketika ia pindah dari rival United, Manchester City pada bulan Januari tahun 2012. Veseli tidak pernah masuk first team selama di Manchester City dan nasibnya juga berulang di United.

Kolo Toure Mengklaim Bahwa City Telah Salah Mencampakkannya

Kolo Toure Mengklaim Bahwa City Telah Salah Mencampakkannya

Kolo Toure Mengklaim Bahwa City Telah Salah Mencampakkannya

Pemain asal Pantai Gading memulai perang urat syaraf dengan mantan klubnya, Man City. Kolo Toure mengklaim bahwa mantan klubnya tersebut telah berbuat kesalahan yang fatal karena mereka membiarkan dirinya bergabung dengan Liverpool.  Kolo Toure telah menghabiskan 4 musim lamanya di Stadion Etihad setelah Man City menggaetnya dari Arsenal pada tahun 2008 dengan nilai transfer 16 juta pound. Saking sakit hatinya dia dengan Man City, kemudian dia mengatakan bahwa kualitas yang ia punyai jauh lebih baik dari sejumlah pemain di Man City. Pada musim terakhirnya bersama Man City, Kolo Toure hanya bermain dalam 11 pertandingan saja dan selebihnya dicadangkan oleh rival Man United tersebut. Hal itulah yang membuat Kolo Toure terpaksa untuk menerima tawaran Liverpool untuk mendapatkan jam bermain yang lebih banyak. Kolo Toure mengatakan “ aku lebih baik dari pemain pemain tertentu yang dimiliki oleh Man City tapi aku hanya duduk di bangku Cadangan. Sebelum saya meninggalkan Man City, saya memberitahu kepada orang orang bahwa Man City akan menyesal membiarkan saya pergi.

Orang orang di Man City mengatakan bahwa aku telah selesai dan aku tidak bisa kembali ke level yang pernah aku tunjukan dulu. tapi sekarang saya di Liverpool dan saya yakin bahwa Man City harus memukul diri mereka sendiri ketka melihat bagaimana saya beraksi di Man City” Sementara itu, mantan rekan setimnya di Man City, Samir Nasri telah mengungkapkan bahwa ia berada dititik rendah dalam karirnya karena dia tidak berkesempatan untuk berbicara dengan orang tuanya. Pemain Internasional Prancis itu telah berusaha untuk kembali menampilkan penampilan terbaiknya. Dia begitu hidup disisi kiri Man City bersama sama Yaya Toure, Sergio Aguerro, Alvaro Negredo saat membantai Tottenham Hotspur dengan skor 6 – 0. Dia menjelaskan bagaimana ia merenungi performanya yang menurun sebelum dia akhirnya mencari bantuan dari orang orang terdekatnya dengannya.

Samir Nasri mengatkaan “ hal itu membuat saya kesulitan pada musim lalu. Aku merasa sendirian. Aku terlibat masalah dengan wartawan setelah kejuaraan Eropa kemudian saya tidak terlibat dengan tim nasional Prancis dan saya mendapatkan berita buruk di Prancis. Selama berbulan bulan saya menolak untuk berbicara dengan siapa pun. Kemudian dia menambahkan “ saya akui saya tidak bermain bagus untuk Man City dan saya kehilangan tempat saya. Saya pada saat itu membutuhkan orang untuk menjernihkan pikiran saya. Saya akhirnya berbicara dengan orang tua saya dan agen saya, orang orang yang penting bagi saya. Kadang kadang ketika anda membuat suatu kesalahan pasti anda tidak mau mengakuinya. Itu mungkin kesalahan terbesar saya dari semua yang pernah saya lakukan”